kapita selekta

Pengertian Business Intelligence 
Business intelligence Menurut Nadia Branon[1], Business Intelligence merupakan kategori yang umum digunakan untuk aplikasi dan teknologi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisa, dan menyediakan akses pada data agar dapat membantu pengguna dari kalangan perusahaan agar dapat mengambil keputusan dengan lebih baik dan tepat. Pada umumnya solusi yang disediakan oleh BI berupa sumber-sumber data dimana data yang sifatnya transaksional dikumpulkan, data warehouses/data marts, reporting dan alat visualisasi, seperti analisis prediksi dan modelling.
    Ada 4 komponen utama BI Komponen Utama Business Intelligence yaitu: data operasional, ETL, data Warehouse dan OLAP atau data mining.

    ETL (Extraction, Transformation, Loading)Dalam proses ini, data-data yang diperoleh dari sistem-sistem transaksi perusahaan (data produksi, data penjualan, data keuangan,dsb) dirapikan dan dibersihkan untuk selanjutnya ditransformasikan kedalam sebuah struktur dan format data yang konsisten. Setelah dibersihkan, untuk selanjutnya data-data tersebut dipindahkan ke data warehouse. Saat ini dengan bantuan piranti lunak untuk melakukan ETL seperti: Fasilitas DTS Microsoft SQL Server 2000, ETL Manager iWay Software, Data Junction Integrated Suite, Sagent Data Load Server, IBM Intelligent Manner, dsb. Proses ini dapat dilakukan dengan lebih mudah dan efisien.
    Data Warehouse  ditujukan sebagai sebuah sentral penyimpanan data,dimana data yang datang dari satu atau lebih sistem transaksi (misalnya data produksi, data penjualan, dsb) dapat dikonsolidasikan menjadi sebuah sumber data yang tunggal dan terintegrasi. Data warehouse didesain untuk dapat menjadi tempat pengumpulan data dalam jumlah besar secara optimal. Piranti lunak database yang ada saat ini seperti MS SQL Server 2000, Oracle 8i dan Sybase IQ Server menawarkan kemudahan dalam membuat data warehouse.
    OLAP (On-Line Analytical Processing)Proses dalam business intelligence tidak hanya berhenti sampai dalam tahap pembuatan data warehouse semata, tetapi yang lebih penting ialah kemampuan untuk menganalisis data tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. OLAP dapat membantu untuk menganalisis data-data dalam data warehouse

 

Arsitektur BI


 
Data Mart
Sebuah data mart adalah lapisan akses dari lingkungan data warehouse yang digunakan untuk mendapatkan data keluar bagi pengguna. Data mart adalah subset dari data warehouse yang biasanya berorientasi pada lini bisnis tertentu atau tim. Dalam beberapa penyebaran, masing-masing departemen atau unit bisnis dianggap sebagai pemilik data mart yang termasuk semua perangkat lunak, perangkat keras dan data [1] Hal ini memungkinkan masing-masing departemen untuk menggunakan, memanipulasi dan mengembangkan data mereka dengan cara apapun yang mereka mau,. Tanpa mengubah informasi dalam data mart lain atau data warehouse. Dalam penyebaran lain di mana dimensi sesuai digunakan, kepemilikan unit usaha ini tidak akan terus berlaku untuk dimensi bersama seperti pelanggan, produk, dll
Penggunaan utama untuk data mart adalah business intelligence (BI) aplikasi. BI digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, mengakses dan menganalisis data. 

Kelebihan Data Mart
Data mart dapat digunakan oleh usaha kecil untuk memanfaatkan data yang mereka telah mengumpulkan. Sebuah data mart dapat lebih murah daripada menerapkan data warehouse, sehingga membuatnya lebih hemat biaya untuk usaha kecil. Sebuah data mart juga dapat diatur dalam waktu yang jauh kurang dari data warehouse, mampu dibentuk dalam waktu kurang dari 90 hari. Karena kebanyakan usaha kecil hanya memiliki penggunaan untuk sejumlah kecil aplikasi BI, biaya rendah dan cepat set up data mart membuatnya menjadi metode yang cocok untuk menyimpan data

Data warehouse
warehouse adalah "Sebuah skema database relasional yang menyimpan data historis dan metadata dari sistem operasi atau sistem, sedemikian rupa untuk memudahkan pelaporan dan analisis data, dikumpulkan untuk berbagai tingkatan."
Ada beberapa poin penting di sini. Pertama, gudang data jarang berisi informasi yang ada tidak ada tempat lain dalam suatu organisasi. Tujuan dari data warehousing adalah untuk mengumpulkan dan membuat catatan sejarah dari informasi dari sistem lain. Ini mungkin sebuah aplikasi ERP, log dari aplikasi web, data dari sistem manufaktur atau bahkan data dari teleskop radio. Data ini diambil dari sistem sumber (s) dan kemudian dibersihkan dan dimasukkan ke dalam gudang data dengan alat ETL. Proses ini biasanya disebut "sesuai" sumber data ke dalam skema gudang. Aspek penting lain dari definisi adalah agregasi. Sebuah data warehouse biasanya digunakan untuk meringkas data yang selama bertahun-tahun, bulan, triwulan, atau atribut lain waktu dimensi. Hal ini membantu dalam mengidentifikasi tren historis dan membuat prediksi tentang tren masa depan. Data sering dikumpulkan dalam berbagai cara. Data agregat dapat disimpan dalam tabel agregat sehingga dapat diakses dengan cepat. Hal ini sangat penting karena tabel fakta mencapai ke miliaran baris dan ratusan gigabyte informasi yang dikumpulkan. Mengakses data ini di luar bentuk diringkas sering membutuhkan waktu yang sangat lama.

perbedaan data mart dan warehouse
Data mart dapat digunakan oleh usaha kecil untuk memanfaatkan data yang mereka telah mengumpulkan. Sebuah data mart dapat lebih murah daripada menerapkan data warehouse, sehingga membuatnya lebih hemat biaya untuk usaha kecil. Sebuah data mart juga dapat diatur dalam waktu yang jauh kurang dari data warehouse.

Arsitektur data Warehouse

Data mart cenderung sering diupdate, setidaknya sekali per hari. Seperti yang saya sebutkan di posting saya sebelumnya, skema bintang terdiri dari sebuah meja pusat yang disebut tabel fakta dan tabel dimensi tambahan yang berisi informasi tentang fakta-fakta, seperti daftar pelanggan atau produk. Karena sifat sebagian denormalized dari skema bintang, tabel dimensi dalam data mart dapat diperbarui. Bahkan, ada istilah untuk dimensi seperti itu - Sebuah "dimensi pelan-pelan berubah" atau SCD. Tabel fakta biasanya hanya dimasukkan, tapi data yang lebih tua mungkin akan dibersihkan dari itu. Kadang-kadang tabel fakta akan dikumpulkan dari sumber data. Sebuah situs web yang menjual iklan banner mungkin menggulung semua aktivitas untuk iklan tertentu ke tingkat hari, bukannya menyimpan informasi rinci tentang kesan setiap dan klik untuk iklan.
Sebuah skema data warehouse dinormalisasi mungkin berisi tabel disebut item, kategori dan item_category. Ketiga tabel memungkinkan pengguna untuk menentukan item milik kategori mana, tetapi struktur ini menciptakan sejumlah besar bergabung ketika banyak dimensi yang terlibat. Sebuah data mart akan runtuh semua informasi ini ke dalam dimensi item yang akan mencakup informasi kategori di baris yang sama dengan informasi item. Ini akan mungkin membuat dua dimensi yang berbeda, produk dan kategori, namun kinerja cenderung menurun sebagai meningkatnya jumlah dimensi


GUI Data Warehouse





 Definisi Data Mining
Dfinisi menurut :
JH: data mining digunakan untuk meng-extract interesting knowledge, mencari pattern, rules dan constraints yang tersembunyi
DO: data mining digunakan unuk menganalisa data dalam jumlah besar 
Arsitektur Data Mining
Namun, knowledge yang diambil dengan data mining, sebaiknya perlu dilihat lagi dengan seksama, karena asosiasi/hubungan yang terlihat dari beberapa kelompok data tidak semuanya adalah causality (sebab-akibat) atau trend mungkin ada kelainan data yang disebabkan oleh manusia dengan sengaja pola yang diperoleh berdasarkan data dari masa lalu (history), sehingga jangan langsung dipakai untuk mencari trend

Untuk mengimplementasikan data mining, ada beberapa hal yang harus dimiliki, yaitu
centralized data, data tersimpan di database terpusat. Hal ini memudahkan pengolahan, karena sekali mengakses database server, dapat mengakses semua data yang perlu diolahbusiness analytics tool, interface yang akan diakses untuk menganalisa proses bisnis yang berjalan. komponen ini juga sering disebut dengan dashboard atau business intelligence mining non-obvious information, pada data yang ada, terdapat informasi tersembunyi yang ingin dicari business process management (BPM). jika business intelligence biasanya diakses oleh pihak manajemen, BPM digunakan untuk melihat KPI (key process indicator, target yang harus dicapai) divisi atau pegawai.

knowledge yang berhasil diperoleh dengan data mining, dimanfaatkan lebih lanjut sebagai input dalam pembuatan keputusan (decision making) yang dibutuhkan dalam menentukan arah operasi organisasi. Untuk menghasilkan keputusan yang tepat, diperlukan knowledge yang tepat yang dapat diperoleh dengan cepat, pada waktu yang tepat, dan sesuai dengan konteks (right information at right time, right place, right person).

Penggunaan
Data mining biasanya digunakan untuk

    customer segmentation, misalnya konsumen usia 20-30 lebih menyukai kopi instan dari pada kopi hitam
    kemungkinan pembelian, misalnya konsumen yang membeli roti biasanya juga membeli selai
    customer profitability, misalnya

    mendeteksi penipuan/fraud
    customer attrition
    channel optimization
    asosiasi
    klasifikasi dan prediksi
    cluster analysis
    exception data analysis/outlier
    time series analysis/trend

dengan diberlakukannya SOX (sarbannes oxley) data mining juga dapat digunakan untuk mengontrol keanehan pada data, sehingga anomali dapat dengan mudah dan cepat dideteksi


MOLAP
Singkatan dari Multidimensional OLAP, Data disimpan dalam bentuk Multidimensional Database.
Kelebihan:
– Performance hebat, karena MOLAP memang dibangun
untuk pengambilan data yang cepat, dan optimal untuk
operasi Slicing dan Dicing.
– Dapat membentuk kalkulasi yang komplek dan cepat.
Semua kalkulasi telah dihitung saat Cube dibentuk.

Kekurangan:
– Jumlah volume data yang dapat ditangani terbatas. Karena
semua kalkulasi telah dihitung saat Cube dibentuk maka
untuk menyimpan hasil kalkulasi tersebut diperlukan
volume data yang besar dalam Cube nya sendiri.
– Diperlukan investasi tambahan karena teknologi MOLAP
Cube seringkali belum dimiliki oleh organisasi, dengan
kata lain untuk mengadopsi teknologi MOLAP ada peluang
untuk menambah investasi tenaga dan biaya.

ROLAP
Relational OLAP, menggunakan Relational Database baik untuk menyimpan Detail data maupun untuk menyimpan Aggregate nya. Memanage pembuatan dan perawatan Aggregate.

Kelebihan :
– Dapat menangani  jumlah volume data yang sangat besar,
batasan ukuran volume data yang ditangani pada
teknologi ROLAP adalah batas dari volume dari Relational
Database yang dipakai. Dengan kata lain pada ROLAP
sendiri tidak ada batasan volume data.
– Dapat memanfaatkan fungsi-fungsi yang ada pada
Relational Database yang dipakai.

Arsitektur ROLAP


Perusahaan yang sudah memakai BI
-Taksi Citra
-Blue Bird
-Adaro Energy Tbk
-PT.Dunamis Indotek
-PT. POS
-Carrefour dan Indofood
-PT Adaro Energy Tbk 





Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Aksessoriesku - All Rights Reserved